Prasasti Kudadu (1294 M)
Mengenai pengalaman Raden Wijaya sebelum menjadi Raja Majapahit yang telah ditolong oleh Rama Kudadu dari kejaran balatentara Yayakatwang setelah Raden Wijaya menjadi raja dan bergelar Kertajaya Jayawardhana Anantawikramottunggadewa, penduduk desa Kudadu dan Kepala desany (Rama) diberi hadiah tanah sima.
Mengenai pengalaman Raden Wijaya sebelum menjadi Raja Majapahit yang telah ditolong oleh Rama Kudadu dari kejaran balatentara Yayakatwang setelah Raden Wijaya menjadi raja dan bergelar Kertajaya Jayawardhana Anantawikramottunggadewa, penduduk desa Kudadu dan Kepala desany (Rama) diberi hadiah tanah sima.
Arjuna Wijaya (Karya Mpu Tantular)
Kitab
ini menceritakan tentang raja raksasa Rawana yang terpaksa tunduk kepada Raja
Arjuna Sahasrabahu.
Prasasti Canggu (1358 M)
Mengenai
pengturan tepat-tempat penyeberangan di Begawan Solo. Prasasti Biluluk (1366 M,
Biluluk II (1395 M). Menyebutkan tentang pengaturan sumber air asin untuk
keperluan pembuatan garam dan ketentuan pajak.
Prasasti Katiden I ( 1392 M)
Menyebutkan
tentang pembebasan daerah bagi penduduk daerah katiden yang meliputi 11 wilayah
desa. Pembebasan pajak ini karena mereka mempunyai tugas berat, yaitu menjaga
dan memelihara hutan alang-alang di daerah Gunung Lejar.
Prasasti Alasantan (939 M)
Menyebutkan
bahwa pada tanggal 6 September 939 M, Sri Maharaja Rakai Hali Dyah Sindok Sri
Isanawikrama memerintahkan agar tanah di Alasantan dijadikan sima milik rakyat
Rakryan Kabayan.
Prasasti Maribong (Trowulan II)
(1264 M)
Menyebutkan
bahwa pada tanggal 28 Agustus 1264 M Wisnuwhhara memberi tanda pemberian hak
perdikan bagi desa Maribong.
Prasasti Kambang (941 M)
Menyebutkan
bahwa pada tanggal 19 Maret 941 M, Sri Maharaja Rake Hino Sri Isanawikrama Dyah
Matanggadewa meresmikan desa Kamban menjadi daerah perdikan.
Arjunawijaya (karya Mpu Tantular)
Kitab
ini mnceritakan tentang raja raksasa Rawana yang terpaksa tunduk kepada Raja
Arjuna.
Bubhuksah
Berisi
tentang kisah 2 bersaudara Bubhuksah dan Gagang Aking. 2 bersaudara ini memiliki
ketidaksepakatan tentang bagaimana cara mencapai kesempurnaan.
Sutasoma (karya Mpu Tantular)
Kitab
ini menceritakan Sutasoma. Sutasoma meninggalkan keduniawian karena ketaatannya
pada agama Budha. Sutasoma selalu bersedia mengorbankan dirinya untuk menolong
sesama makhluk yang sedang ada dalam kesulitan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar